Sabtu, 06 April 2013

Politisi dan Kampanye

Seorang politisi bersemangat tinggi datang ke perkampungan suku terasing untuk kampanye. Di ladang ketela yang habis dipanen, ia pun berpidato berapi-api.

"Saya datang jauh-jauh ke sini, karena saya mencintai Saudara-saudara­­­ semua!"

"Wuukaaaa...!" orang-orang berteriak serempak sambil mengepalkan tangan mereka ke udara.

Semangat sang politisi pun kian membara.

"Dengan sepenuh hati akan saya perjuangkan kemakmuran untuk Saudara-saudara!"

"Wuukaaaa...!"

"Perumahan yang lebih baik!"

"Wuukaaaa...!"

"Makanan yang lebih lezat dan bergizi!"

"Wuukaaaa...!"

"Pendidikan!"

"Wuukaaaa...!"

"Kesehatan!"

"Wuukaaaa...!"

"Kehidupan yang lebih bermartabat!"

"Wuukaaaa...!"

Sungguh kampanye yang amat gegap-gempita dan meriah. Usai berkampanye, politisi yang juga pengusaha ini meninjau perkampungan didampingi Kepala Suku.

Ia tertarik pada bangunan besar tepat ditengah perkampungan.

"Bangunan apa itu?"

"Kandang kuda."

"Kuda?"

"Ya. Kami menggunakan kuda untuk berburu. Kuda milik warga semua disimpan di kandang itu."

Lagi-lagi politisi kita yang mantan aktivis ini bangkit semangatnya. Kebetulan sekali ia penggemar kuda yang fanatik. Matanya kontan berbinar-binar,

"Boleh saya masuk kandang dan melihat kuda-kudanya dari dekat!"

"Oh, silakan... Tapi hati-hati melangkah, Bapak... Jangan sampai menginjak Wuka".


Sent from BlackBerry® on 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar